Tampilkan postingan dengan label sirah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sirah. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2011

Keikhlasan Ibnul Mubarok -rahimahullah-( Ketika Berperang)

Muhammad bin Al-Mutsanna menceritakan, Abdullah bin Sinan telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Aku pernah bersama Abdullah bin Al-Mubarak dan Mu’tamar bin Sulaiman di Tarsus (di Turki sekarang). Orang-orang berteriak, ‘Musuh, musuh’. Ibnul Mubarak dan orang-orang lalu keluar, ketika dua kelompok sudah saling berhadapan. Seorang Romawi maju dan menantang perang tanding (satu lawan satu). Maka seorang lelaki (Muslim) maju, lelaki kafir itu berhasil menerjang dan membunuhnya. Begitulah berlangsung terus hingga ia berhasil membunuh enam orang Muslim. Ia dengan angkuh berdiri di antara dua kubu menantang perang tanding. Namun tak seorang pun yang melayaninya.

Tiba-tiba Ibnul Mubarak menoleh kepadaku (diceritakan ditempat lain bahwa beliau menggunakan penutup wajah sehingga tidak ada yang mengenalnya kecuali hanya manusia yang disebelahnya) seraya berkata, “Wahai Fulan, kalau aku terbunuh, lakukan ini dan ini.” Beliau lalu mengayuh tunggangannya dan menyerang lelaki kafir itu, dan terjadilah pertarungan untuk beberapa saat, dan akhirnya beliau berhasil membunuh orang kafir tersebut dan menantang perang tanding (orang kafir lainnya). Seorang kafir lain maju menghadapi beliau, namun berhasil beliau bunuh. Begitu terus berlangsung hingga beliau berhasil membunuh enam orang kafir. Beliau terus menantang bertanding, namun sepertinya mereka jadi penakut (dan membangkitkan kembali semangat jihad pasukan Muslim yang sebelumnya sempat sedikit kendur).

Beliau lantas menghentakkan tunggangannya menembus dua kubu yang berhadapan lalu menghilang. Kami seolah-olah tidak merasakan kejadian apa-apa (karena teramat terpananya). Tiba-tiba beliau sudah berada di sisiku seperti sebelumnya, seraya menandaskan, “Wahai Fulan, selama aku masih hidup, jangan engkau ceritakan hal ini kepada siapa-siapa.” (Siyar A’lam an-Nubala’ 8/408,409)

Sumber: Disalin ulang oleh al Akh Abu Abdillah Huda dari buku “Meneladani Akhlak Generasi Terbaik”, Abdul Aziz bin Nashir al-Julayyil & Baha’uddin bin Fatih Uqail, Penerbit Darul Haq.

Sabtu, 30 Juli 2011

Peristiwa Terbunuhnya Husain bin Ali bin Abu Thalib


Putra kedua dari perkawinan Ali bin Abu Talib dengan Fatimah. Dia tidak mau membaiat Yazid, sehingga dia terbunuh dalam perang Karbala tanggal 10 Muharam 61 H/680 M.

Riwayat Hidup Al-Husein dan Peristiwa Pembunuhannya


Beliau dilahirkan pada bulan Sya’ban tahun ke-empat Hijriyah. Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam men-tahnik (yakni mengunyahkan kurma kemudian dimasukkan ke mulut bayi dengan digosokkan ke langit-langitnya -pent.), mendoakan dan menamakannya Al-Husein. Demikianlah dikatakan oleh Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah, juz VIII, hal. 152.

Rabu, 22 Juni 2011

Ketelitian Abu Hurairah


Sejumlah tokoh sahabat telah memberikan kesaksian tentang banyaknya ilmu Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan ketepatannya dalam meriwayatkan hadits.
Seorang laki-laki datang menemui Thalhah bin Ubaidillah lalu berkata, “Wahai Abu Muhammad, bagaimana menurutmu tentang orang Yaman ini, yakni Abu Hurairah, apakah dia lebih tahu tentang hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam daripada kalian, karena kami telah mendengar darinya hadits-hadits yang tidak pernah kami dengar dari kalian, ataukah ia berkata atas Nabi apa yang tidak pernah beliau sabdakan?”
Thalhah menjawab, “Adapun jika ia mendengar hadits yang belum pernah kami dengar, maka aku tidak meragukannya. Aku akan menceritakan kepadamu tentang hal itu.

Minggu, 24 April 2011

Ensiklopedi: Madinah Al- Munawwarah

Al-Madinah Al-Munawwarah (kota
yang disinari) merupakan kota Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam. Kota ini merupakan kota
pertama yang mendukung dakwah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Beliau shallallahu ‘alaihi wassalam sangat mencintai kota ini. Kota yang dulu lebih dikenal ulama
dengan sebutan “Al-Madinah An- Nabawiyah” namun sekarang lebih masyhur dengan sebutan “Al-Madinah Al-Munawwarah ” ini terletak di barat laut Kerajaan Arab Saudi, berjarak 250
km dari timur Laut Merah dan berada
pada ketinggian 620 m dari
permukaan laut.