Senin, 16 Mei 2011
Meninggalkan Televisi Bukanlah Sikap Ekstrim, tapi Bentuk Penjagaan terhadap Keluarga
Oleh: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullah
Soal: Sebagian orang yang dikenal kebaikannya memasukkan televisi ke dalam rumahnya dan berkata bahwa dia tidak ingin dituduh sebagai orang yang ekstrim/terlalu mengekang. Apa nasehatmu wahai fadhilatus Syaikh?
Jawab:
Meninggalkan televisi bukanlah sikap yang ekstrim. Hanya saja ini sikap menjaga agama, keluarga dan anak-anak. Ini adalah bentuk menjauhi diri dari sebab-sebab kemudaratan.
Karena hadirnya televisi di rumah menyebabkan kemudaratan bagi anak-anak, para wanita, bahkan kepada kepala keluarga itu sendiri.
Siapa yang merasa aman dari fitnah (ujian/bahaya yang mengancam dunia dan akhirat seseorang-pent)? Semakin selamat seseorang dari sebab-sebab fitnah, maka ini lebih baik baginya sekarang atau di masa depan. Dan tidaklah meninggalkan televisi merupakan bentuk sikap ekstrim/terlalu mengekang. Ini adalah bentuk penjagaan.
(Diterjemahkan dari Al-Muntaqa min Fatawa Syaikh Fauzan, soal nomor: 127)
Sumber: http://081menulis.wordpress.com/2011/01/29/meninggalkan-televisi-bukanlah-sikap-ekstrim-tapi-bentuk-penjagaan-terhadap-keluarga/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar