Rabu, 04 Mei 2011

Adab Bercanda dalam Islam

Bercanda atau bergurau tidak
dilarang dalam Islam. Hukum asal
perkara ini adalah boleh, bahkan
terkadang menjadi sunnah jika ada
maslahatnya, seperti mengakrabi
seseorang dan menghangatkan suasana ukhuwah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah bercanda bersama
sahabatnya. Namun, tentu candaan
beliau berada di dalam koridor adab
Islam. Berikut ini adalah beberapa
adab dalam bercanda: 1. Tidak berdusta. 2. Tidak menakut-nakuti, seperti
menyembunyikan barang teman agar
dikira hilang, mengunci temannya di
dalam kamar, dan lainnya. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wassalam pernah bersabda yang artinya, “Janganlah seseorang dari kalian mengambil tongkat saudaranya baik
bergurau atau serius. Barangsiapa
mengambilnya hendaknya dia
kembalikan. ” (HR. At-Tirmidzi, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani
rahimahullahu) 3. Tidak menjelek-jelekkan. 4. Tidak dibumbui ghibah
(membicarakan keburukan orang lain
yang tidak ada di tempat tersebut). 5. Jangan terlalu sering. Ulama
mengatakan bahwasanya terlalu
sering tertawa menyebabkan
kebodohan dan kedunguan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pun telah menjelaskan, “Janganlah banyak bercanda karena bercanda mematikan qalbu. ” (HR. At- Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan
oleh Asy-Syaikh Al-Albani
rahimahullahu) Inilah aturan Islam yang mulia, tidak
meninggalkan satu pun
perikehidupan kecuali telah diatur
dengan indah. Demikianlah, Islam
telah disempurnakan oleh Dzat Yang
Maha Bijaksana dan Maha Adil sebelum mewafatkan Rasul-Nya
shallallahu ‘alaihi wassalam. Wallahu a’lam bish-shawab. Penulis: Abdurrahman Sumber: Majalah Tashfiyah edisi 03 vol. 01 1432 H – 2011 M, dalam artikel ‘Dusta dalam Canda’ hal. 70.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar